Parameter kunci kesuksesan rafale

Entah disengaja atau tidak rata rata alutsista prancis memiliki bentuk yang enak dipandan, dan berestetika. Tidak heran ada anekdot yang mengatakan kalau alutsista prancis kerap dianggap terlambat memasuki pasar di banding pesaingnya amerika lantaran di sibukkan oleh para senimannya yang ikut ikutan memberikan sentuhan artistik dalam pembuatanya.

Pengamat yang jeli bisa melihat bawa tak hanya aspek estetika yang ditonjolkan rafale. Kentara sekali kepiawaian tim dassault dalam meramu desain airframe sehingga menghasilkan compact fighter yang mampu membopong muatan banyak tapi tetap bermanuverabilitas tinggi.

Tengok penempatan sayap rafale di bagian tengah penampang melintang bodi atau posisi mid wing namun dengan air intake tidak ditempatkan di bawah fuselage seperti f 16 atau tiphoon yang menyulitkan penempatan muatan di bawah perut tapi juga bukan di samping fuselage seperti di f 4 atau f 15 yang membuat manuver high angel of attack harus diperhitungkan agar kompresor mesin tidak mengalami stall. Dengan cerdik para insinyur dassault menempatkan air intake rafale di bawah sayap namun belum sampai di bawah fuselage.

Rafale menggunakan sirip kendali depan atau sayap bebek di atas bagian depan sayap , sedikit overlap dengan sayap utama. Konfigurasi close couped canard ini memampukan rafale melakukan landing approach dengan kecepatan rendah, satu fitur vital bagi operasi pendaratan di kapal induk. Racikan aerodinamika itulah yang membuat para pengamat sepakat menyematkan gelar cleverly designed airframe untuk rafale.

Dengan bobot kosong sekitar 10 ton, jet tempur prancis ini mampu mengusung muatan hingga 14,5 ton yang merupakan kombinasi bahan bakar internal serta muatan internal baik senjata maupun tangki eksternal, dengan tetap mempertahankan kelincahan memukau. Hampir bisa dikatakan tidak ada fighter modern yang mampu membopong beban satu setengah kali bobot kosongnya tanpa mengorbankan performa aerodinamikanya.

Kelincahan rafale yang dibebani tiga tangki eksternal, 4 rudal udara ke udara serta dua rudal jelajah SCLAP EG sudah beberapa kali di pertontonkan di airshow. Memang akselerasinya jelas terlihat menurun, namun manufer rafale masih terlihat lincah.

4 parameter kunci jadi patokan desain rafale, pertama tingkat kesamaan commonality airframe setinggi mungkin, baik yang di operasikan angkatan udara maupun angkatan laut prancis. Kedua kemampuan multiperan seluas mungkin meliputi keunggulan udara, serang darat maupun nuklir, intai, hingga fungsi tanker untuk sesama fighter atau baddy rifueling. Ketiga modularitas sub sistem setinggi mungkin yang memungkinkan upgrade dengan seminimal mungkin atau bahkan tanpa perubahan pada struktur pesawat. Keempat limitasi bobot dimana versi untuk angkatan udara di kisaran 9 ton sementara varian angkatan laut masih boleh sedikit lebih berat namun tidak melampaui 11 ton.

Commonality airfame antara varian rafale cukup tinggi yaitu sekitar 85%. Sejauh ini ada 3 varian utama rafale yaitu rafale C dan rafale M berkursi tunggal serta rafale B yang berkursi ganda. Rafale C/B di operasikan angkatan udara prancis, sementara rafale M di operasikan angkatan laut prancis.

Untuk operasi di kapal induk dengan karakteristik hard landing khusus rafale M memiliki struktur rangka pesawat dan batang pengait kabel penahan pendaratan yang diperkuat dan berdimensi lebih besar, serta kaitan pada roda depan untuk ketapel peluncur. Akibat penyusutan anggaran pertahanan prancis pasca perang dingin pembuatan rafale N varian kursi ganda untuk angkatan laut prancis di batalkan. Kini pelatihan atau konversi pilot rafale M berbarengan dengan pilot rafale C di skuadron konversi memakai rafale B.

Namun varian tandem seater itu tak hanya di pakai untuk konversi saja. Pegalaman di sejumlah palagan menujukkan vitalnya awak tambahan pada misi berresiko tinggi. Rafale B berkemampuan tempur penuh seperti rafale C/M. Bahkan jika tidak ada perubahan pesanan kuantitas rafale B nantinya lebih banyak dari rafale C pada inventori angkatan udara prancis.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBEDAAN PESAWAT TEMPUR GENERASI 1 DENGAN GENERASI KE 5

rusia negara terbesar