Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Kopaska 2

Di dunia, tak ada pasukan yang hebat.Yang ada hanyalah pasukan terlatih atau tak terlatih. Prinsip ini pula yang lantas mengilhami Kopaska untuk rajin melatih para anggotanya. Ibarat kata, tiada hari tanpa latihan. Profesionalisme mereka memang selalu digembleng agar siap menerima tugas kapan saja.   Bicara gembleng- menggembleng, tradisi disiplin tinggi sudah dilakoni sejak masa pendidikan. Anggota Kopaska diambil khusus dari pelaut atau orang yang pernah bertugas di KRI. Lolos saringan awal, calon- calon anggota Kopaska masuk pendidikan Dikpaska selama sembilan bulan di Pusdikopslat (pusat pendidikan operasi laut) Kodikal, Surabaya. Dalam kurun satu setengah bulan pertama fisik mereka digembleng habis. Terutama untuk otot kaki. Maklum, ketika menyelam, anggota tubuh ini pegang peran utama. Tahap pertama ini ditutup dengan hell wik (minggu neraka). Disini ketahanan fisik diuji dengan beragam kegiatan. Macam angkat perahu karet, renang lawan arus sampai renang selat. Gawatnya, sem...

pasukan katak

Tan Hana Wigna Tan Sirna, berarti: "Tiada rintangan yang tidak dapat diatasi". Itulah semboyan Kopaska TNI AL. Dilingkungan tentara laut kita, unit yang tergolong spesial ini lebih sering disebut sebagai pasukan katak atau frogmen. Sesuai namanya, mereka sanggup bertugas di darat, permukaan maupun bawah permukaan laut. Bahkan zaman sekarang, yang namanya pasukan katak bisa pula diterjunkan lewat udara. Alhasil bila dihitung ada empat matra tempur yang bisa dilakoni.   Nama pasukan katak mencuat di kalangan militer dunia selama perang dunia ke 2. Ketika itu kedua kubu yang bertikai sama sama memanfaatkan penyelam- penyelam tempur buat menghancurkan lawan. Nazi Jerman misalnya, pernah mengerahkan frogmen dalam operasi penyarangan bawah air ke pintu kanal Lock di Antwerpen tahun 1944, yang saat itu telah dikuasai Sekutu. Dilain pihak, amerika juga mengoperasikan pasukan sejenis di front pertempuran Pasifik.   Dari contoh-contoh di atas, barangkali taktik racikan AL Italia bisa d...

kopassus grup 1

menurut sun su sehebat apapun sebuah pasukan kalau terus menerus harus berada di medan perang yang sama, pastilah akan mengalami kerugian. Kalaupun menang tentulah akan ditebus dengan kerugian  yang amat perih. Kuncinya adalah ada para jenderal yang mengirim serdadu ke medan perang haruslah memperhitungkan kelelahan fisik dan mental yang akan melanda pasukan.   Mencapai batas maksimum ketahanan manusia, itulah yang ingin dikejar di pusat pendidikan prajurit komando. Prajurit ditempa dengan sangat ganas sampai ia merasakan kesakitan yang tidak pernah terbayangkan olehnya. Ada pihak menyebutnya tidak manusiawi, Tapi apakah perlakuan yang akan diterima seandainya ia tertangkap musuh akan lebih manusiawi? saat ini kopassus memiliki dua grup tempur berseragam Parako Grup satu di Jakarta dan Grup dua di Kartosuro, Solo. Satulagi disebut Grup 3 Sandi Yudha yang tak lain blue jins soldiers serta makin lengkap dengan Satuan 81 Penanggulangan Teror. Setingkat dengan keempat unit adalah ...