RADAR AESA

RADAR AESA

Kini akronim di atas termasuk salah satu subsistem avionik yang sangat hot di kalangan pemerhati, produsen dan operator pesawat tempur generasi ke 4 setengah dan generasi 5. Tak ada yang menyangkal, AESA (active electronically scanned array) merupakan tipe radar yang kini paling banyak di perbincangkan, dinanti dan di  idamkan. Namun bagi yang masih kurang memahami apa itu radar AESA, ada baiknya menelusuri pemahaman dari awal, berangkat dari radar yang lazim di kenal dengan phased array, di mana perbedaan pokok dengan radar konvensional (dikenal pula dengan radar pindai mekanis / mechanically scanned radar) ada pada antenna radar.

Antenna radar berfungsi baik sebagai pemancar (transmitter)sinyal elektromagnetik maupun penerima sinyal (pantulan balik) atau receiver, keduanya membentuk satu kesatuan utuh yang lazim pula disebut komponen T/R (transmitter /  receiver). Pada radar pindai mekanis, modul T/R nya piringan radar itu sendiri dimana arah penanjakanya diatur dan diarahkan secara mekanis dengan engsel engsel yang di gerakkan secara elektris.

Radar phased array adalah radar yang terdiri dari sekumpulan modul T/R berukuran kecil yang disusun rapat sejarak tertentu di satu bidan datar. Dalam hal pemancaran gelombangnya fase relative dari masing masing sinyal T/R tersebut di atur besaranya. Akibatnya, pola sebaran radiasi atau pancaran gelombang radar dapat kian di perkuat ke  satu arah yang di inginkan, dan sebaliknya di perlemah di arah yang tidak di konsentrasikan.

Dalam bahasa awam analoginya kurang lebih sebagai berikut. Untuk gampangnya pancaran gelombang radar konvensional bisa di analogikan dengan cahaya dari lampu senter yang sorotanya menyebar membentuk kerucut yang makin melebar ketika menjauhi sumbernya . nah pola pancaran dari radar phased array bisa di atur sehingga ibaratnya cahaya dari senter itu justru bias mengerucut terfokus ke satu titik tertentu dari sumbernya, selain bisa menyebar berpola kerucut.

Karena arah penjajakan radar phased array di atur secara elektronis, maka diistilahkan pula sebagai radar pindai elektronis. Ada dua tipe radar ini yaitu PESA ( passive electronically scanned array) dan AESA (active electronically scanned array). Pada PESA yang merupakan generasi lebih awal pancaran gelombang radarnya berasal dari satu sumber. Sementara tiap T/R pada AESA memiliki sumber pamancar gelombang sendiri sendiri. Sehingga meski sama sama berkemampuan mengarahkan pancaran gelombang radar secara elektrolis , AESA lebih andal lantaran jika salah satu modul T/R rusak maka kinerja keseluruhan masih belum terganggu.

Bukan berarti PESA serta merta di tinggalkan, untuk radar berkekuatan tinggi yang terpasang di kapal perang atau pangkalan darat yang di utamakan jangkauan deteksi dan penjajakanya. PESA masih bias di andalkan. Radar AN/SPY- 1 sistem tempur aegis dan radar deteksi dini rudal balistik cobra dane keduanya termasuk tipe PESA.  

Salah satu keuntungan utama sistem AESA ini adalah tingkat ketahanannya pada teknik jamming elektronik.

Sebagai informasi, jamming radar ini adalah suatu kondisi di mana frekuensi yang sama dikirimkan kepada frekuensi radar musuh untuk membingungkannya.

Jika AESA tahan dengan jamming radar ini, maka tak menutup kemungkinan AESA turut memudahkan jet tempur untuk melawan musuhnya.

Saat ini, sistem AESA sudah digunakan di banyak platform militer termasuk pesawat militer ataupun drone.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBEDAAN PESAWAT TEMPUR GENERASI 1 DENGAN GENERASI KE 5

rusia negara terbesar