pasukan katak

Tan Hana Wigna Tan Sirna, berarti: "Tiada rintangan yang tidak dapat diatasi".
Itulah semboyan Kopaska TNI AL. Dilingkungan tentara laut kita, unit yang tergolong spesial ini lebih
sering disebut sebagai pasukan katak atau frogmen. Sesuai namanya, mereka sanggup bertugas di darat, permukaan maupun bawah permukaan laut. Bahkan zaman sekarang, yang namanya pasukan katak bisa pula diterjunkan lewat udara. Alhasil bila dihitung ada empat matra tempur yang bisa dilakoni.
 
Nama pasukan katak mencuat di kalangan militer dunia selama perang dunia ke 2. Ketika itu kedua kubu yang bertikai sama sama memanfaatkan penyelam- penyelam tempur buat menghancurkan lawan. Nazi Jerman misalnya, pernah mengerahkan frogmen dalam operasi penyarangan bawah air
ke pintu kanal Lock di Antwerpen tahun 1944, yang saat itu telah dikuasai Sekutu. Dilain pihak, amerika juga mengoperasikan pasukan sejenis di front pertempuran Pasifik.
 
Dari contoh-contoh di atas, barangkali taktik racikan AL Italia bisa dianggap sebagai terobosan. Mereka menciptakan senjata mematikan berlabel human torpedo. Bisa menyelinap ke sarang lawan, senjata ini tak lain merupakan torpedo yang dikendalikan dua awak. Ide tadi terbukti ampuh. Tercatat pasukan
katak Italia berhasil melumpuhkan 75 persen dari total kekuatan angkatan laut Inggris di Malta. Prestasi itu juga disumbang oleh aksi sabotase bawah air. Dalam operasinya unit tersebut di kerahkan dengan  komposisi dua hingga 4 orang.
 
Selain sabotase, masih ada lagi dua tugas klasik pasukan katak, Tugas pertama adalah membersihkan ladang ranjau, baik dalam situasi perang maupun damai. Dalam kondisi tertentu operasi pembasmian ranjau juga bisa dilakukan oleh armada kapal-kapal penyapu ranjau.
 
Tugas klasik selanjutnya adalah mengamankan wilayah pantai yang akan dipakai sebagai lokasi pendaratan operasi amfibi. Secara teknis operasi model begini melibatkan kapal perang pasukan serta peralatan perang dalam jumlah besar. Lantaran pergeseran dilakukan dalam skala besar, bisa dipastikan lawan tak akan tinggal diam. Ditanggung mereka bakal berupaya sekuat tenaga mengganjal serbuan tersebut. Sebut saja diantaranya membangun  rintangan anti kapal pendarat, anti personel, anti teng hingga tebaran ranjau.
 
Nah, disinilah pasukan katak pegang peranan. Mereka dipasrahi menghapus segala bentuk halang rintang pantai buatan musuh. Masih dalam operasi yang sama, pasukan katak juga ditugasi melakukan pengintaian, penjagaan armada kapal dari sabotase serta pemasangan rambu navigasi laut pada lorong pendaratan.
 
Biasanya operasi dilakukan jauh-jauh hari sebelum Hari-H sampai satu jam sebelum Jam-J
(jam penyerangan). Dalam kondisi damai, tugas pasukan katak tak kalah seru. Bila disimak, daftarnya cukup panjang. Mulai dari survei bawah air, demolisi ringan, pengamanan VIP dan obyek vital, SAR, pengumpulan data intelijen, antiinfiltrasi / subversi, anti penyelundupan sampai tugas tambahan lain.
 
Saat ini, yang namanya pasukan berkualifikasi khusus, TNI punya banyak. Dilingkungan TNI AL saja, tercatat masih ada dua unit lagi. Masing-masing Taifib (Intai amfibi) Marinir dan Denjaka (Detasemen
Jala Mangkara). Tentu saja ini bisa membingungkan kaum awam. Apa nanti fungsinya saling tumpang tindih? Jawabnya, tegas-tegas tidak.
 
Penjabarannya begini. Satuan Taifib lebih condong berfungsi sebagai elemen intai bagi pasukan Marinir
sebelum di daratkan. Salah satu contoh konkretnya adalah menyiapkan jalur-jalur aman yang bisa dilalui tank-tank amfibi Marinir. Lain lagi dengan apa yang dilakukan Denjaka. Unit ber kategori satuan pemukul strategis TNI AL ini disiapkan menjalankan tugas-tugas tempur asimetris maritim macam antiteror maupun kejahatan lintas negara. Agar bisa beroperasi dengan optimal maka personelnya diambil dari Kopaska dan Taifib.
 
Jadi sekarang tak perlu lagi bingung memilah-milah tugas ketiga satuan elit di lingkungan TNI AL tadi bukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBEDAAN PESAWAT TEMPUR GENERASI 1 DENGAN GENERASI KE 5

rusia negara terbesar