KELAHIRAN HERCULES C 130
Berawal darı ketidakpuasan pihak militer AS terhadap pesawat angkut yang dimiliki, Pentagon mengumumkan tender pengadaan pesawat angkut militer kelas medium untuk angkatan udara amerika serikat. Ada enam persyaratan yang diminta pada 21 Februari 1951 itu. Yaitu mampu mengangkut 92 pasukan atau 64 penerjun dengan jangkauan 1.100 mil laut atau 30.000 pon kargo dengan jangkauan 960 mil. Mampu beroperasi dari landasan pendek dan kasar dari lempung, pasir atau tanah. mampu terbang dengan kecepatan rendah 125 knot atau lebih rendah untuk dropping penerjun atau kargo. mempunyai pintu belakang dan pintu samping yang bisa dioperasikan saat terbang. mampu membawa
perangkat berukuran besar dan berat seperti bulldozer, truk, artileri serta mampu terbang dengan satu mesin mati.
Boing, Douglas, Lokhiid dan Fairchild sebagai pakar pesawat angkut, menanggapinya dengan mengajukan proposal masing-masing ke Pentagon. Tak perlu menunggu terlalu lama, tanggal 2 Juli 1951, desain dari Lokhiid dipilih sebagai pemenang tender.
Proses kelahiran C-130 tergolong cepat. Sejarahnya jauh merujuk ke masa perang Dunia dua
di mana pesawat angkut Sekutu C-46 dan C-47 saat itu dirasa kurang ideal sebagai pengangkut kargo.
Desain roda pesawat menyebabkan lantai kabin tidak datar atau miring ke arah belakang. Sehingga penempatan kargo di kabin pesawat menjadi sulit.
Penerusnya, C-54 sudah mengadopsi sistem roda di depan, sehingga lantai kabin jadi datar Masalahnya, tinggi lantai kabin mencapai l1 kaki atau 3,4 meter dari tanah. Alhasil untuk memasukkan mengeluarkan barang dibutuhkan semacam lift. Bagi militer, tentu tidak praktis. Pesawat angkut lain, C-76 karavan, RB-I konestoga atau C-82 sudah mengoreksi kelemahan ini dengan desain lantai kabin rendah, setinggi bak truk standar. Masalahnya, pesawat pesawat ini di produksi dalam Jumlah sangat sedikit dan kapasitas angkutnya kecil pula.
Sementara pengangkut lain seperti C-74, C-118, C-119 dan C-124 Globmaster semuanya belum memenuhi impian angkatan udara amerika untuk pesawat angkut ideal. semuanya dalam satu dan lain hal selalu mempunyai kekurangan yang dirasa vital. Terutama kemudahan akses keluar-masuk barang.
Kemenangan desain Lokhiid berawal dari konsep yang sederhana dari Jack Laister. Ia adalah seseorang dibalik sukses pesawat glider militer Wako CG-4 dan Laister-Kauffman CG-10 Trojan Hors. Glider-glider ini mampu mendarat di tanah keras sehingga cocok dipakai untuk penyerangan ke belakang garis pertahanan lawan. Proyek besar dari Laister adalah menggabungkan CG-10 dengan XC-82 sebagai penariknya. Sayangnya, oleh Jenderal angkatan udara amerika Henry Arnold, proyek CG-10 XC-82 dibatalkan. Padahal pihak angkatan udara amerika Sudah sangat puas dengan kemampuan glider" CG-10.
Dengan batalnya proyek CG-10, proyek baru Chas CG-14 yang
memakai badan full-metal, berpintu belakang dan bersayap high wing diumumkan pihak militer.
Dengan berjalannya waktu, CG-14 akhirnya berevolusi menjadi C-122 dan C-123 Provider, pengangkut
yang cukup mendulang sukses di medan Vietnam.
Willis Hawkins, kepala tim desain rancang bangun Lokhiid mengadopsi semua kelebihan dari pengang tersebut dengan desain dasar pesawat glider. Digawangi pemilihan empat mesin Allison T56-A-1A berkekuatan 3.750 hors power Sebuahnya, desain awal C-130 diprediksikan mampu mempunyai
kecepatan jelajah 360 mil per jam atau 579 km per jam).
Lokheed berhasil membuat desain sangat praktis, namun mampu mengadopsi semua keinginan dan kebutuhan militer. Desain dasar C-130 tidak berubah hingga saat ini karena memang Sudah memenuhi kriteria awalnya, bahkan melebihinya.
Kedua YC-130 (prototipe C-130) lahir di pabrik Lokhiid di Burbank, kalifornia dan terbang perdana pada 23 Agustus 1954 dengan diawaki Stan Beltz dan Roy Wimnmer. Dari saat awalnya, C-130 mampu mengangkut beban sampai 18.143 kilogram.
Pada 10 Maret 1955, C-130A pertama roll-out dari pabrik Lokhiid lainnya di Marietta, Jorjia dan terbang perdana pada 7 April 1955 dengan Bud Martin dan Leo Sullivan pada kemudi. Dari sini semua C-130 dilahirkan, bahkan sampai saat ini karena pabrik Lokhiid di Burbank saat itu tengah kebanjiran pesanan memproduksi T-33 konstellasion dan P2V Neptun. Awal karir Sang Putra Dewa pun
akhirnya dimulai dengan penyerahan pertama ke angkatan udara amerika, Skadron 463 Troop karrier Wing, Taktical Air kommand di Ardmore air force bas, Oklahoma pada 9 Desember 1956.
Dari tonggak yang ditancapkan disini 50 tahun silam, karir C-130 Hercules terus berjalan dan berkembang. Dibutuhkan dan dicinta. Terus menjelajah dan menembus tempat-tempat terpencil dan
terisolir. Hercules masih terus akan menjadi pesawat pertama yang terlihat dimanapun kejadian
terjadi.
Komentar
Posting Komentar