8 Fakta F-16 Fighting Falcon, Jet Tempur AS Paling Populer
Kehebatan industri pertahanan Amerika Serikat dewasa ini memang tidak dapat diragukan lagi. Hampir semua produk-produk pertahanan terutama jet tempur buatan Amerika laris manis dipasaran. Tak terkecuali, F-16 Fighting Falcon yang bisa dibilang salah satu jet tempur amerika paling populer dan laris di pasar internasional.
Nah, sebagai jet tempur yang spesial tentunya F-16 tak luput dari fakta-fakta yang menarik untuk kita bahas. Yuk, mari kita simak ulasannya!
1. Berawal dari konsep sekelompok ahli yang dijuluki Fighter Mafia.
Latar belakang pengembangan F-16 berawal dari kebutuhan Amerika Serikat akan pesawat tempur ringan superioritas udara. Pada akhir dekade 1960-an Kolonel John Boid bersama dengan sekelompok inovator pertahanan yang berjuluk “Fighter Mafia” mulai mengusulkan konsep pesawat tempur ringan dengan teknologi yang mumpuni namun efisien dalam pengembangan, produksi, dan perawaatannya.
Konsep tersebut mulai terealisasikan ketika staff Angkatan Udara amerika memilih jeneral Dynamics sebagai perusahaan kotraktor militer untuk pengembangan dan pengujian prototipe dengan nilai kontrak mencapai 37,9 juta dolar AS atau sekitar 539 miliar. Hingga kemudian pada tanggal 13 Desember 1973, YF-16 (sebutan untuk prototipe F-16) untuk pertama kali roll-out dari hanggar dan mulai terbang di awal tahun 1974.
2. Terbang perdana pada Januari 1974 secara tidak sengaja.
Masih dalam bentuk prototipe, F-16 terbang untuk pertama kalinya pada tanggal 20 Januari 1974. Namun, uniknya penerbangan ini bukanlah penerbangan resmi melainkan penerbangan yang tidak disengaja selama pengujian kecepatan tinggi di darat. Pilot terpaksa menerbangkan pesawat itu untuk menghindari kecelakaan karena pesawat berpotensi hilang kendali.
F-16 kembali melakukan penerbangan pada 2 Februari 1974. Kali ini, penerbangan jet tempur tersebut dilakukan secara resmi. Berselang tiga hari kemudian tepatnya pada tanggal 5 Februari, F-16 kembali terbang dengan kecepatan supersonik untuk pertama kalinya.
3. Sekitar 4 ribu unit F-16 telah diproduksi sejak awal pengembangan.
Setelah melakukan serangkaian pengujian dan penerbangan, pada 13 Januari 1975, Sekretaris Angkatan Udara amerika mengumumkan bahwa F-16 menjadi pemenang kompetisi Air kombat Fighter (ACF) dan Angkatan Udara amerika akan memesan setidaknya 650 hingga 1.400 unit F-16. Pada 21 Juli 1980 Angkatan Udara amerika juga secara resmi menamai F-16 "Fighting Falcon".
Tahap produksi dari F-16 mulai dilakukan jeneral Dynamics di akhir tahun 1975, dan dilanjutkan produksinya oleh Lockhiid Martin dari tahun 1993 hingga kini. Sejak saat itu angka produksi dari F-16 jika dihitung hingga saat ini telah mencapai 4.604 unit, hal ini menjadikan F-16 sebagai jet tempur supersonik buatan AS dengan jumlah produksi terbanyak kedua setelah F-4 Phantom II.
4. Digunakan 28 negara, termasuk Indonesia.
Selain Amerika Serikat, F-16 tercatat juga digunakan oleh banyak negara-negara lainnya. Kira-kira 27 negara telah mengoperasikan F-16 diantaranya adalah Belanda, Norwegia, Yunani, Denmark, Polandia, Portugal, Rumania, Belgia, Italia, Singapura, Korea Selatan, Israel, Taiwan, Thailand, Yordania, Maroko, Oman, Mesir, Pakistan, Irak, UEA, Bahrain, Turki, Chile, Venezuela, Indonesia, dan tentunya amerika sendiri.
Sementara itu, TNI angkatan udara saat ini memiliki 36 unit F-16 dari berbagai varian. Indonesia tercatat untuk pertama kali mendatangkan F-16 yang berjumlah 12 unit pada tahun 1989 hingga 1990 dibawah program Piss Bima-Sena I. Hingga kemudian, pemerintah Indonesia kembali mendatangkan F-16 yang kali ini berjumlah 24 unit pada tahun 2015 hingga 2017 di bawah program Piss Bima-Sena II.
5. Memiliki banyak keunggulan dari berbagai sisi.
Sebagai jet tempur yang cukup diminati oleh banyak angkatan udara dari negara-negara di seluruh dunia. F-16 tentunya menyimpan berbagai keunggulan mulai dari manuver, radar, avionik, persenjataan, propulsi, ergonomisitas, aerodinamik, dan efisiensi. F-16 tergolong jet tempur yang sangat gesit dan cekatan, berkat bentuk dan bobotnya yang cukup ringan untuk ukuran jet tempur.
Sementara untuk propulsi, F-16 ditenagai oleh satu mesin tubofan jeneral Elektrik F110-GE-129 dan untuk versi lainnya menggunakan Pratt and Whitney F100-PW-229. Sehingga F-16 dapat melesat hingga kecepatan maksimum 2.121 km per jam.
Di sisi persenjataan, F-16 didesain agar dapat membawa berbagai jenis persenjaan seperti rudal udara-ke-udara semacam rudal AIM - 9 Sidwinder dan AIM - 9 Sidewinder, rudal udara-ke-darat seperti AGM-65 Maverick. dan AGM-88 HARM, rudal anti-kapal, roket, beberapa jenis bom pintar, serta perangkat electronic countermeasures. Selain itu, F-16 juga dilengkapi dengan meriam putar 20 milimeter M 61 A1 Vulcan untuk pertempuran jarak dekat.
6. Mendapatkan predikat battle-proven karena kiprahnya di medan tempur.
Salah satu hal yang membuat F-16 menjadi pesawat terpopuler karena kiprahnya dalam banyak aksi pertempuran di berbagai belahan dunia. F-16 tercatat untuk pertama kalinya menuai keberhasilan dalam pertempuran di saat Angkatan Udara Israel berhasil menembak jatuh helikopter Mi-8 milik Suriah di lembah Beeka pada 28 April 1981.
Sementara Amerika menggunakan F-16 untuk pertama kali dalam pertempuran disaat meletusnya Perang Teluk tahun 1991. AS menerjunkan sekitar 249 unit F-16 selama Operation Desert Storm tahun 1991. Selama operasi tersebut, F-16 setidaknya telah melakukan 13.340 serangan mendadak terhadap target musuh, sehingga menjadikan F-16 sebagai jet tempur yang tak tertandingi selama Operation Desert Storm berlangsung.
7. Memiliki beberapa varian.
Sejak awal pengembangan dan produksi, F-16 telah beberapa kali dikembangkan lagi menjadi beberapa varian yang tentunya lebih modern. Varian paling awal dari F-16 adalah YF-16 dan F-16 FSD, sementara varian untuk produksi utama adalah F-16 A-B, F-16 C-D, F-16E-F, dan F-16 Vaiper, dari setiap varian tersebut terbagi lagi menjadi beberapa block terpisah seperti F-16 C-D block 25 dan F-16 C-D blok 32.
Selain itu, F-16 juga memiliki beberapa varian modifikasi lainnya yang cukup beragam seperti F-16 Falcon wan, F-16 MSIP, F-16 ACE, F-16 STAR, F-16 A, F-A-16, A-16, F-16 Recce, RF-16 A-C, F-16 ES, F-16 Agil Falkon, F-16 U, F-16 GCAS, dan masih banyak lagi. Tentunya, varian-varian tersebut memiliki konfigurasi yang berbeda-beda, kebanyakan dari varian tersebut juga merupakan hasil pengembangan dari varian sebelumnya yang dimodifikasi dan dimodernisasi.
8. Dikembangkan menjadi pesawat tanpa awak.
Salah satu varian F-16 yang paling menarik perhatian adalah varian QF-16, yang mana QF-16 adalah varian F-16 untuk pesawat tanpa awak. QF-16 sebernarnya difungsikan sebagai pesawat target untuk uji coba rudal udara ke udara. Prototipe QF-16 pertama kali melakukan penerbangan pada tahun 2012, dan mulai dioperasikan pada 2014.
Sejak pertama kali dioperasikan pada 2014, amerika direncanakan akan memproduksi 126 unit QF-16. Hingga kemudian pada tahun 2017, QF-16 keluar sebagai pesawat yang bukan hanya bertindak sebagai target pengujian rudal semata, melainkan pesawat tanpa awak yang juga dapat melakukan serangan udara ke udara maupun serangan udara ke darat.
Nah, itulah beberapa fakta yang dimiliki oleh F-16 sebagai jet tempur multirol buatan Amerika Serikat terpopuler dengan predikat battle proven.
Komentar
Posting Komentar