F-18 Hornet

     Kelahiran F 18 Hornet yang sejarahnya dimulai pada dekade 1970an terkait dua hal besar. Pertama adalah kekalahan YF-17 yang di ajukan oleh Northrop dalam persaingan pesawat tempur ringan untuk angkatan udara amerika melawan YF-16 buatan jeneral Dinamics. YF-16 tidak lain kemudian menjadi F-16 Fighting Falcon dan saat ini merupakan pesawat tempur multi peran modern yang paling laku di dunia. Hal kedua adalah munculnya kebutuhan angkatan laut amerika akan pesawat serang ringan untuk mendampingi F-14 tomcat.

    Dua pabrik pesawat kemudian bertarung memperebutkan proyek Naval fight attack yang dirilis angkatan laut amerika. Proyek tersebut untuk menggantikan peran F-4 Skyhawk, A-7 Corsair serta F-4 Phantom. Northop yang baru kalah dalam persaingan di angkatan udara amerika tidak ikut dalam kompetisi. sementara dua pabrikan lain, Grumman dan Mek donnal Douglas, maju dengan masing-masing pesawat yang di tawarkan, yaitu F-14X serta varian F-15.

    Akan tetapi hasil evaluasi menyatakan bahwa kedua pesawat masih sama-sama mahalnya dengan F-14 yang sudah dimiliki angkatan laut. sedangkan yang di butuhkan adalah pesawat pendamping F-14 yang dari berbagai sisi biaya harus lebih murah. Dari situlah kementerian pertahanan amerika kemudian menganjurkan angkatan laut untuk mengevaluasi YF-16 dan YF-17. Alhasil  akhirnya angkatan laut lebih tertarik kepada YF-17 bermesin ganda buatan Northrop.

    Northrop akhirnya mendapat proyek besar, namun di satu sisi ia masih bingung karena belum punya pengalaman membuat pesawat untuk basis kapal induk. segeralah ia menggandeng Mek Donell Douglas yang berpengalaman membuat F-4 Phantom yang digunakan angkatan laut amerika.

    Dua varian F-17 untuk fungsi attack dan fighter kemudian dibuat. Oleh angkatan laut kedua karakteristik itu di gabungkan dan kode F-17 pun diubah menjadi F/A-18 Hornet. Pesawat multiperan ringan berbasis kapan induk ini akhirnya berhasil melakukan penerbangan perdana pada 18 november 1978. 

    Mek Donall Douglas akhirnya menjadi kontraktor utama untuk pembuatan F/A-18 versi kapal induk, sedangkan Northrop juga membuat F-18L untuk varian darat yang rencananya akan di ekspor keluar amerika, namun varian ini kalah bersaing dengan F-16.

    Sebagai pesawat kapal induk F-18 dibuat dengan penguatan rangka, bagian bawah pesawat, landing gear dan arester hook. kapasitas bahan bakar juga di tingkatkan  dan penambahan fuel tank di masing-masing sayap pesawat. Sayap di perlebar dan dibuat agar bisa di tekuk. dengan berbagai perubahan ini meningkatkan bobot pesawat sebesar 4 ton. sehingga bobot total F-18 menjadi 16 koma 8 ton.

    Produksi pertama F/A 18 A dilakukan mek donneel douglas pada 12 april 1980. Sedangkan operasional di angkatan laut amerika dimulai pada tahun 1983.  Di kelas medium F 18 di tenagai dua mesin turbofan General elektrik F 4 0 4 merupakan pesawat berkemampuan manuver tinggi. Perbandingan daya dorong mesin dan berat pesawat memungkinkan hal ini selain juga pesawat dikontrol menggunakan teknologi kemudi elektronik fly by wire.

       F-18 Hornet juga menjadi pesawat pertama yang di lengkapi dengan multi function display (MFD). penggunaan perangkat layar data ini amat membantu pilot dalam melakukan tugasnya di medan pertempuran. di lingkungan angkatan laut amerika F18 merupakan pesawat pertama yang dilengkapi avionic bus, sehingga memudahkan jika di lakukan peningkatan kemampuan, sementara  mesin dirancang agar mudah di pasang dan dilepas karena mesin di tempatkan di ruangnya menggunakan 10 cantelan yang dapat di bongkar pasang oleh 4 orang selama 20 menit saja.

    Pada awalnya F18 varian A/B akan di produksi hingga 700 unit. namun jumlah itu kemudian dipangkas dan produksi hanya mencapai 400 unit varian A/B. produksi kemudian di lanjutkan ke varian C/D singgel atau dual siit pada september 1987. untuk model ini hornet semakin sakti karena bisa membawa rudal AIM 120 Amraam dan rudal AGM 65 Maverick. dua tahun kemudian model ini dilengkapi dengan kemampuan serang malam karena dilengkapi NAVFLIR (navigation forward looking infrared).

     Dalam perang teluk 1 F-18 berhasil menghancurkan armada MIG 21 angkatan udara irak yang sedang dipangkalkan di darat menggunakan bom.  Setiap hari selama perang berlangsung armada F-18 amerika dan kanada melakukan misi siang malam, membuktikan kehandalan pengoperasiannya di medan pertempuran dengan meluncurkan berbagai munisi. Setidaknya ada 210 F-18 gabungan dari angkatan laut amerika, korps marinir, dan angkatan udara kanada di turunkan dalam operasi badai gurun. Sekitar 6000 target berhasil di serang oleh hornet dalam berbagai misi. F 18 menumpahkan sekitar 18 juta pon munisi dengan total 30.000 jam terbang. Dalam perang tersebut kesiapan hornet mencapai 90 persen dari sorti yang disiapkan. dua hornet tertembak jatuh dalam perang itu,sementara 3 lainya mengalami kecelakaan.

    Kekurangan dalam hal kapasitas muatan bahan bakar dan persenjataan dari F18 memaksa pabrikan boing (setelah mengakuisi Mc donnel douglas) meningkatkan hornet menjadi super hornet. sementara F-A 18 C-d saat ini masih digunakan angkatan laut amerika. Total produksi F-A 18 A/B/C/D yang di buat oleh mek donnel douglas  atau northop atau boing mencapai 1500 unit.

    Dari kelas medium, hornet pun kemudian berubah kelas masuk ke kelas berat menjadi F-A 18 E/F super hornet. pesawat ini telah di produksi sebanyak 500 unit dan digunakan oleh amerika dan australia. pesawat pun dibuat lebih besar dengan kapasitas bahan bakar dan senjata lebih banyak. pembuatan super hornet dimulai tahun 1995 dengan segala penyempurnaanya dari versi pendahulunya. super hornet kelasnya sama dengan F 14 Tomcat yang dahulu butuh pendamping yang lebih ringan.  

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBEDAAN PESAWAT TEMPUR GENERASI 1 DENGAN GENERASI KE 5

rusia negara terbesar