Guerrilla Warfare... perang gerilya
Istilah gerilya di ciptakan di Spanyol untuk menggambarkan taktik yang digunakan menentang rezim prancis yang dipimpin Napoleon bonaparte. Istilah illa berarti pertempuran yang tidak seimbang antara sipil melawan tentara negara yang terkoordinasi. Sedangkan kata spanyol untuk gerilyawan adalah guerrillero. Perang gerilya dilakukan suatu kelompok pertarungan kecil, yang terus bergerak dan fleksibel tanpa garis depan, yang di sebut sel. Perang gerilya adalah salah satu bentuk perang asimetris yang tertua. Konseptor utama teori modern perang gerilya adalah Mao Zedong, Wendel Fertig, Regis Debray, Vo Nguyen Giap, Josep Bros Tito dan Che Guevara.
Taktik gerilya bertitik tolak pada inteligensi, serangan mendadak, tipu daya muslihat, sabotase, dan pengintaian. Tujuan akhirnya adalah menggoyahkan kekuasaan melalui konfrontasi ber intensitas rendah dan lama. taktik ini sangat jitu untuk melawan rezim asing, tetapi pada umumnya tidak berhasil untuk melawan rezim pribumi yang tidak mudah dikalahkan yang menguasai budaya dan karakter masyarakatnya.
Perang gerilya melawan kekuasaan asing tidak memfokuskan serangan utamanya kepada sipil karena mereka ingin mendapatkan dukungan sebanyak mungkin dari penduduk. Sipil akan di serang atau di bunuh sebagai hukuman tas kerjasamanya. serangan seperti itu sering kali disetujui secara resmi oleh komando gerilya atau pengadilan kecuali di perang sipil, dimana dua kelompok gerilya dan tentara terkoordinasi, telah diberitahu untuk bertindak kejam terhadap penduduk sipil.
Gerilyawan juga sering di karakterisasikan sebagai teroris oleh lawan mereka, dan ini merupakan bagian dari perang psikologis. Dalam ferst Addisional Protocol konvensi jenewa di sebutkan, Gerilyawan dapat dikenali selama mereka membawa senjata secara terang-terangan dalam operasi militer pada konflik alami. konvensi memberikan status sebagai pejuang yang sah kepada gerilyawan. Namun pada bagian protokol yang sama menyebutkan, berpura-pura sebagai penduduk sipil dengan status bukan pejuang dianggap sebagai penghianatan dan dilarang dalam konvensi tersebut.
Perang gerilya dikelompokan menjadi dua kategori utama yaitu perang gerilya daerah perkotaan dan perang gerilya daerah pedalaman. Gerilyawan mengandalkan penduduk sekitar untuk menyediakan perbekalan dan informasi. Gerilyawan pedalaman lebih suka beroperasi di wilayah yang menyediakan bayak perlindungan dan persembunyian, khususnya daerah hutan lebat dan pegunungan. Sedangkan gerilyawan kota sangat senang berbaur dengan penduduk dan juga bergantung bantuan dasar di antara warga masyarakat. Dukungan pihak asing dalam pembentukan prajurit, senjata, tempat perlindungan atau setidaknya pernyataan simpati terhadap para gerilyawan akan meningkatkan peluang menang suatu pemberontakan, meskipun hal itu tidak selalu diperlukan.
Selama perang sipil Cina, Mao Zedong meringkas prinsip-prinsip peperangan tentara komunis untuk pasukannya sebagai berikut, Jika musuh unggul, kita mundur, juka musuh berkemah, kita mengusiknya. Jika musuh kelelahan, Kita menyerang. Jika musuh mundur , kita kejar.
Mao membedakan antara perang berpindah tempat dengan perang gerilya. Dalam terorinya tentang the pipel war, mao juga membagi peperangan dalam tiga tahap. Tahap pertama, gerilyawan memperoleh dukungan penduduk melalui serangan pada pemerintahan dan melalui penyebaran propaganda. Tahap kedua, meningkat serangan kepada tentara pemerintah dan tempat-tempat vital. Tahap ketiga pertempuran konvensional digunakan merebut kota, menggulingkan pemerintahan dan mengambil kendali negara.
Pada 1969 taktik gerilya diringkas menjadi, mini manual of the urban guerrilla oleh Carlos marighella. buku ini dilarang beredar di beberapa negara termasuk amerika, karena berisi strategi paling komprehensif dan informatif. Buku tentang perang gerilya lainnya yang juga dilarang beredar adalah karangan Che Guevara dan Mao Zedong.
Perang gerilya terkadang juga melibatkan negara sekitarnya yang terpengaruh dengan pemberontakan melawan pemerintahan negara tetangganya. Sebagai contoh, pada 1971 gerilyawan Mukti Bahini yang berjuang berdampingan dengan tentara india dalam perang 14 hari kemerdekaan bangladesh melawan pakistan, yang berujung berdirinya negara bangladesh.
T.E lowranc yang terkenal sebagai lawrenc of arabian, memperkenalkan teori taktik perang gerilya yang ditulis nya untuk ensiklopedia inggris, yang diterbitkan pada tahun 1939. dalam artikelnya dia membandingkan pejuang gerilya dengan gas. Pejuang beredar di daerah operasi secara acak. mereka atau selnya menduduki tempat inti yang sangat kecil di wilayah tersebut seperti molekul gas yang menempati tempat inti terkecil di wadahnya.
Gerilyawan dapat bergabung ke dalam kelompok untuk tujuan taktis tetapi posisi jendral atau pemimpin mereka tersebar. pejuang seperti itu tidak bisa di bulatkan, tidak bisa di tahan dan sangat sulit di kalahkan karena mereka tidak bisa diajak ke pertempuran dengan jumlah yang signifikan.
Komentar
Posting Komentar