polah pilot P-51 mustang indonesia

pada dekade 1950, angkatan udara republik indonesia memiliki puluhan pesawat tempur jenis P-51 masteng. pesawat buatan amerika itu adalah pesawat buru sergap jarak jauh yang sangat handal pada era perang dunia ke dua. karena ke andalanya, masteng di produksi ribuan dan di gunakan oleh banyak angkatan udara, termasuk indonesia.

setelah pengakuan kedaulatan, indonesia menerima hibah sejumlah pesawat masteng dari belanda. di lingkungan angkatan udara republik indonesia, P-51 masteng di tempatkan di satuan tempur buru sergap skuadron ke - 3 yang bermarkas di pangkalan udara cililitan jakarta timur. sebanyak 50 pesawat masteng yang tersedia ternyata tidak sebanding dengan jumlah pilot tempur yang dimiliki angkatan udara. wajar saja jika para penerbang skuadron ke 3 suka suka saja gonta ganti pesawat karena masteng tidak boleh terlalu lama diam.

dahulu dari pangkalan halim kami suka terbang dengan masteng ke berbagai pangkalan di jawa tengah atau bandung hanya untuk membeli sate atau es kopyor, ujar ashadi cahyadi, salah satu pilot pesawat masteng di skuadron 3.

ashadi mengisahkan ruang tempat peluru yang ada di pesawat sering dikosongkan oleh para pilot masteng kalo sedang tidak bertempur. ruang kosong itu kemudian kerap kali di jadikan tempat untuk mengangkut bermacam-macam barang, mulai dari beras sampai ayam kampung.

pernah, saat istri ashadi ngidam terpaksa ashadi terbang dengan mustang ke bandung hanya untuk membeli tahu bandung, kenang ashadi.

walaupun punya tingkah laku unik, para pilot pesawat tempur masteng ini dikenal lihai dalam ber manuver di udara. beberapa penerbang seperti leo wattimena, rusmin nuryadin, ignatius dewanto, mulyono, hadi sapandi dan pracoyo kemudian membentuk tim aerobatik ke banggan angkatan udara republik indonesia. merekalah yang menjadi inspirasi bagi penerbang-penerbang angkatan udara republik indonesia berikutnya untuk membentuk tim aerobatik sejenis.

beberapa di antara pilot tempur tadi kelak menjadi tokoh penting ketika angkatan udara membangun angkatan perangnya sehingga menjadi yang terkuat pada dekade 1960an. leo wattimena menjadi pilot tempur masteng legendaris yang terjun di berbagai operasi militer.

ignatius dewanti merupakan pilot masteng yang menembak jatuh pesawat bomber yang dikendalikan pilot amerika yang bernama allan pope. rusmin nuryadi menjadi kepala staf angkatan udara antara tahun 1966 samai 1969. ashadi cahyadi sendiri menjabat kepala staf angkatan udara untuk periode 1977 sampai 1983.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERBEDAAN PESAWAT TEMPUR GENERASI 1 DENGAN GENERASI KE 5

rusia negara terbesar